SDGs

SDGs Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, Menuju Cakupan Kesehatan Semesta

Daftar indikator Tujuan 3 di Lampiran 4 pedoman termasuk yang terpanjang, karena kesehatan menyentuh banyak hal sekaligus: ibu dan anak, penyakit menular, penyakit tidak menular, layanan, sampai pencemaran. Angka Kematian Ibu (AKI) dan penanggulangan HIV/AIDS termasuk indikator MDGs yang masih harus dilanjutkan.

Cakupan target

  • 3.1 Pada 2030, menurunkan AKI hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup.
  • 3.2 Mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita yang sebenarnya dapat dicegah.
  • 3.3 Mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis terabaikan, serta memerangi hepatitis dan penyakit bawaan air.
  • 3.4 Mengurangi kematian dini akibat penyakit tidak menular, dan menjaga kesehatan mental.
  • 3.5 dan 3.6 Penyalahgunaan narkotika dan alkohol, serta kematian akibat kecelakaan lalu lintas.
  • 3.7 dan 3.8 Akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi, serta cakupan kesehatan semesta.
  • 3.9 Mengurangi kematian dan penyakit akibat bahan kimia berbahaya serta pencemaran udara, air, dan tanah.

Arah kebijakan RPJMN 2020-2024

Pedoman merangkumnya dalam tiga poin: mengendalikan pertumbuhan penduduk dan memperkuat tata kelola kependudukan; memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial; dan meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, dengan penguatan layanan kesehatan dasar (Primary Health Care) sebagai pusatnya.

Daftar singkatan pedoman memuat PONED dan PONEK, layanan obstetri dan neonatal emergensi, yang menandakan bahwa keselamatan ibu dan bayi masuk dalam perhatian perencanaan.

Contoh indikator nasional

  • Total Fertility Rate (TFR);
  • cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan unmet need pelayanan kesehatan;
  • insiden tuberkulosis per 100.000 penduduk dan kejadian malaria per 1.000 penduduk;
  • jumlah kabupaten/kota yang mencapai eliminasi malaria dan kusta;
  • prevalensi tekanan darah tinggi dan obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas;
  • persentase merokok penduduk usia 10-18 tahun;
  • angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Titik temu dengan pihak lain

Banyak indikator di atas tidak bisa dicapai pemerintah sendirian. Perubahan perilaku merokok remaja, misalnya, bergantung pada sekolah, keluarga, dan komunitas. Itu sebabnya Renaksi menyediakan ruang pencatatan bagi program organisasi masyarakat, filantropi, dan akademisi, lengkap dengan lokasi pelaksanaan. Satu klinik komunitas atau program edukasi kesehatan remaja di sebuah kecamatan layak tercatat bersama program dinas kesehatan setempat.


Sumber: Kementerian PPN/Bappenas (2020), Pedoman Teknis Penyusunan Rencana Aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), Edisi II. Pedoman ini mengacu pada RPJMN 2020-2024. Pembaca disarankan memeriksa dokumen perencanaan terbaru untuk target dan program yang berlaku saat ini.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *