Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan optimisme tinggi terhadap penguatan kerja sama ekonomi Indonesia Prancis di masa depan. Melalui peluncuran France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) di Paris, pemerintah memproyeksikan nilai perdagangan bilateral antara kedua negara dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Langkah strategis ini diambil untuk mempererat hubungan ekonomi yang sudah terjalin, sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai sektor prioritas. Rosan menegaskan bahwa pembentukan forum bisnis ini menjadi katalisator penting bagi para pelaku usaha dari kedua negara untuk berkolaborasi secara lebih intensif dan terstruktur.
Target Peningkatan Nilai Perdagangan Tahun 2035
Dalam forum FI-HLBC tersebut, Rosan memaparkan peta jalan yang ambisius untuk meningkatkan volume perdagangan. Saat ini, Prancis merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia di kawasan Eropa. Dengan adanya sinkronisasi kebijakan dan kemudahan akses pasar, target kenaikan tiga kali lipat dalam satu dekade mendatang dinilai sangat realistis untuk dicapai.
Pemerintah Indonesia berkomitmen memberikan kepastian hukum dan insentif bagi investor Prancis yang ingin menanamkan modalnya di tanah air. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
Sektor Prioritas dalam Kerja Sama Ekonomi Indonesia Prancis
Penguatan kerja sama ekonomi Indonesia Prancis tidak hanya berfokus pada perdagangan barang, tetapi juga mencakup investasi pada sektor-sektor masa depan. Beberapa bidang utama yang menjadi sorotan dalam diskusi di Paris meliputi:
- Pengembangan infrastruktur energi terbarukan dan transisi energi hijau.
- Peningkatan teknologi manufaktur dan kedirgantaraan.
- Kolaborasi di sektor ketahanan pangan dan agrikultur berkelanjutan.
- Investasi pada sektor ekonomi digital dan inovasi teknologi.
Fokus pada Transisi Energi dan Keberlanjutan
Salah satu poin krusial dalam agenda FI-HLBC adalah komitmen bersama dalam menghadapi perubahan iklim. Prancis memiliki keunggulan teknologi dalam energi bersih, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung transisi tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) bagi kedua negara.
Selain itu, pemerintah Indonesia terus mendorong perusahaan Prancis untuk terlibat aktif dalam proyek-proyek strategis nasional, termasuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang tengah menjadi fokus utama hilirisasi di Indonesia.
Membangun Konektivitas Bisnis yang Lebih Erat
Forum FI-HLBC dirancang sebagai wadah komunikasi tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin perusahaan besar dan pengambil kebijakan. Dengan adanya dialog rutin, hambatan-hambatan perdagangan dan investasi diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan dengan lebih cepat.
Rosan berharap melalui kerja sama ekonomi Indonesia Prancis yang semakin solid, kedua negara dapat saling melengkapi keunggulan masing-masing. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menjadi visi utama yang ingin diwujudkan melalui kemitraan strategis ini.
Sebagai kesimpulan, peluncuran FI-HLBC di Paris menandai babak baru hubungan bilateral yang lebih produktif. Peningkatan nilai dagang hingga tiga kali lipat pada 2035 merupakan target besar yang didasarkan pada potensi nyata kedua negara. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan investasi nasional, Anda dapat mengikuti berita terkini di portal kami.

Comments