PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan pengumuman resmi mengenai Update Harga BBM 2 September 2026, kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis Pertamax Green 95. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia serta kondisi nilai tukar rupiah yang dinamis.
Perubahan harga ini mulai berlaku efektif di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina sejak dini hari tadi. Penyesuaian secara berkala ini merupakan bagian dari implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar.
Detail Kenaikan Harga Pertamax Green 95
Fokus utama pada Update Harga BBM 2 September 2026 kali ini adalah kenaikan tajam pada Pertamax Green 95. Produk bahan bakar ramah lingkungan dengan campuran etanol ini mengalami lonjakan harga sebesar 15,4 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya. Harga baru yang ditetapkan kini menyentuh angka Rp19.150 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp16.000-an.
Kenaikan ini menjadi perhatian publik mengingat Pertamax Green 95 merupakan salah satu alternatif BBM berkualitas tinggi bagi pengguna kendaraan modern. Pertamina menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional, ketersediaan pasokan, dan harga pasar global.
Daftar Harga BBM Pertamina Per 2 September 2026
Selain Pertamax Green 95, beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya juga mengalami penyesuaian harga di berbagai wilayah. Berikut adalah daftar estimasi harga BBM untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berdasarkan Update Harga BBM 2 September 2026:
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp16.500 per liter (menyesuaikan wilayah)
- Pertamax: Rp13.200 per liter
- Dexlite: Rp15.100 per liter
- Pertamina Dex: Rp15.650 per liter
Sementara itu, untuk jenis BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar, pemerintah masih mempertahankan harga lama. Pertalite tetap dibanderol Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas lainnya.
Faktor Penyebab Perubahan Harga
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh rata-rata harga minyak dunia (Mean of Platts Singapore/MOPS) yang cenderung meningkat dalam sebulan terakhir. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan tekanan pada biaya impor BBM. Pertamina secara rutin mengevaluasi harga pasar setiap bulan untuk memastikan harga tetap kompetitif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Meskipun terdapat kenaikan pada beberapa jenis produk, Pertamina menjamin stok BBM nasional dalam kondisi aman. Masyarakat tetap dapat mengakses berbagai jenis bahan bakar di seluruh jaringan distribusi tanpa perlu mengkhawatirkan kelangkaan pasokan akibat perubahan harga ini.
Kesimpulan dan Imbauan bagi Konsumen
Update Harga BBM 2 September 2026 menunjukkan adanya pergeseran harga yang cukup signifikan pada sektor nonsubsidi, terutama Pertamax Green 95 yang naik 15,4 persen. Konsumen disarankan untuk secara rutin memantau perkembangan harga melalui kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina agar mendapatkan informasi akurat mengenai harga di wilayah masing-masing.
Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam mengenai kebijakan energi dan ekonomi terkini, Anda dapat membaca berita terkait di portal kami. Tetaplah bijak dalam menggunakan bahan bakar untuk mendukung efisiensi energi nasional.

Comments