SURABAYA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (27/7). Dalam agenda penyampaian pendapat akhir terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut, PKS Kritik Suroboyo Bus dan mendesak pemerintah kota untuk lebih serius dalam menangani persoalan banjir yang masih menghantui warga.
Juru bicara Fraksi PKS menyampaikan bahwa evaluasi terhadap sektor transportasi publik dan infrastruktur drainase menjadi prioritas utama. Menurut PKS, efektivitas operasional moda transportasi massal harus ditingkatkan agar mampu menjadi solusi kemacetan yang nyata. Langkah PKS Kritik Suroboyo Bus ini didasari pada data lapangan mengenai tingkat keterisian penumpang dan integrasi rute yang dinilai belum optimal bagi mobilitas warga Surabaya.
Catatan Fraksi PKS Terhadap Pengelolaan Transportasi dan Banjir
Fraksi PKS menekankan bahwa penggunaan anggaran daerah harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Selain menyoroti transportasi, PKS juga menagih janji Pemerintah Kota Surabaya dalam menuntaskan proyek penanganan banjir di beberapa titik rawan. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan oleh Fraksi PKS dalam rapat paripurna tersebut:
- Optimalisasi rute dan layanan Suroboyo Bus agar lebih menjangkau kawasan pemukiman.
- Peningkatan integrasi antar moda transportasi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
- Percepatan pembangunan sistem drainase dan rumah pompa di wilayah yang masih sering tergenang saat hujan deras.
- Transparansi penggunaan anggaran dalam pemeliharaan infrastruktur transportasi publik.
Pernyataan PKS Kritik Suroboyo Bus ini menjadi sorotan utama karena moda transportasi tersebut merupakan salah satu ikon transportasi publik di Jawa Timur. Fraksi PKS berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengadaan armada, tetapi juga pada manajemen operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Tanggapan Wali Kota Eri Cahyadi Terkait Kemampuan Fiskal
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik masukan dan evaluasi yang disampaikan oleh Fraksi PKS. Menanggapi poin PKS Kritik Suroboyo Bus, Eri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya melakukan perbaikan layanan transportasi publik. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal atau kekuatan anggaran daerah.
Eri Cahyadi menyatakan bahwa pemerintah kota harus menyusun skala prioritas dalam mengalokasikan APBD. Meskipun PKS Kritik Suroboyo Bus dan meminta penanganan banjir dipercepat, pemerintah perlu memastikan bahwa sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan juga tetap mendapatkan porsi anggaran yang memadai. Menurutnya, penyesuaian fiskal sangat penting agar stabilitas keuangan daerah tetap terjaga di tengah beban pembangunan yang besar.
Sinkronisasi Program dan Skala Prioritas Pembangunan
Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk terus melakukan kajian mendalam terkait efektivitas Suroboyo Bus. Eri menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan pihak swasta, menjadi salah satu opsi untuk menutupi keterbatasan fiskal daerah dalam mengembangkan transportasi massal yang ideal.
Terkait masalah banjir, Eri Cahyadi mengklaim bahwa pemerintah telah memetakan titik-titik krusial dan sedang melaksanakan pembangunan secara bertahap. Penyesuaian anggaran dilakukan agar proyek yang berjalan tidak mangkrak dan benar-benar memberikan hasil yang efektif bagi warga Kota Pahlawan.
Kesimpulannya, dialog antara legislatif dan eksekutif ini menunjukkan adanya dinamika dalam pengawasan anggaran daerah. PKS Kritik Suroboyo Bus sebagai bentuk fungsi kontrol untuk memastikan layanan publik berjalan maksimal. Di sisi lain, pemerintah kota berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah yang tersedia. Simak informasi terkini mengenai kebijakan publik lainnya hanya di www.berisikebaikan.com untuk mendapatkan berita yang akurat dan terpercaya.

Comments